Senin, 05 Mei 2014

AKU BANGGA MENJADI WARGA INDONESIA

Aku bangga menjadi rakyat indonesia .
bangsa yang pintar bagaimana menghibur diri ketika hidup terasa sulit .
lihatlah siulan pak tani pergi ke sawah .
meski mereka tau panen nanti sawah mereka hanya menghasilkan keringat dan air mata .
sebab pemerintah pasti mengimpor beras dari negeri tetangga .
negeri kita negeri agraris sawahnya membentang luas sepanjang khatulistiwa dan di wamena papua 75 orang mati lapar karena kelaparan .
sementara yang lain menunggu giliran .ahh... negeri yang aneh .

di pulau lainnya anak anaknya busung lapar karena kurang gizi
tak jauh dari jakarta seorang anak terbiasa makan tanah karena orang tuanya tak mampu membeli beras sebagai makanan .
di sudut lainnya seorang anak berulang tahun dengan dana miliyaran hanya untuk pesta semalam .oohh..benar benar negeri yang aneh.
siapa yang bilang kita menderita ?
tanyakan kepada dealer mobil dan motor di kota anda !
angkanya tidak jadi membuat kita percaya bahwa indonesia sedang dilanda inflasi ekonomi .


sesungguhnya kita ini benar benar sejahtera sampai sampai kita buta .

di kolong jembatan dan pinggiran kota sebagian rakyatnya menahan lapar dan dingin ,
sementara di bagian lainnya sibuk mengatur suhu ruangan dengan remote ac nya .
siapa bilang kita menderita ?

sungguh , negeri kita negeri yang aneh .aku bangga menjadi rakyatnya .
di kalimantan ribuan ladang minyak ribuan galon hasilnya belum di tempat yang lainya .
(maka dari itu negeri kita menjadi anggota OPEC, negeri penghasil minyak gitu loh..)Singapura membeli minyak mentah dari kita dan mengolah nya dan lalu kita membelinya dengan harga lebih mahal .
kita memang kaya , karena itulah kita naikkan harga BBM sampai tingakatan gila biar mereka tau bahwa rakyat kita mampu membelinya .
karena itulah aku bangga menjadi rakyat indonesia yang tau harga dirinya .

perlu bukti kalo kita kaya ?
pemerintah membagi bagikan uang 100ribu jumlahnya , program berjalan BBm naik dengan lancar tanpa halangan .
pemerintah kita mengajari rakyatnya bagaimna hidup seperti orang kaya .
pemerintah kita mengajari untuk mencapai tujuan suaplah cAranya .

jangan lagi tanya apa prestasi negeri ini . meskipun di asean games lalu kita nomer urut ke lima .
tapi di mata bangsa di dunia kita terima urutan pertama meskipun di bidang korupsi ,karena itulah yang kita punya

rakyat kita sudah sangat lihai bagaimna caranya berdemonstrasi , menuntut haknya dengan cacian , teriakan , lempar lemparan batu dengan sodaranya yang polisi itu .
meski tak sedikit jumlah bocornya pemerintah sungguh sangat bijaksana , "itu bagian dari pendidikan demokrasi" hujjahnya , sambil tetap menjalankan agendanya
dan menutup telinganya .

para guru pahlawan tanpa tanda jasa itu turun ke jalan menuntut kenaikan gaji , sementara muridnya belajar ciuman di ruang kelas kosong .
sangat bisa di mengerti karena BOS sudah menutup peluang punglinya .
pak guru , bu guru terima kasih yang tiada terkira . karena mu kami mengerti bahwa untuk pintar kami harus bisa baca situasi .
di negeri maling kami harus belajar mencuri .

inilah negeri ku , negeri yang aku banggakan hingga ke relung hati . melihat pemuda pemudi negeri ku aku begitu salut tak mengerti , gaya modis bak artis pamer perut juga betis
(ini namanya generasi gaul men...)

gurunya insert,kiss,ngegosip yuuk,dan yoweess..
tuhannya kebebasan dan narkoba . mereka memilih mabuk , aku mengerti .

pintar juga percuma , sudah banyak yang sarjana dan percuma .
yang liciklah yang juara .

para orang tua tak usah resah dan khawatir sebab mereka sudah sangat pintar bagaimana menggugurkan kandungan itu caranya .

"yang baik di cerca , yang bejat di bela "



SUMBER:
http://magneticinfo.blogspot.com/2012/03/aku-bangga-menjadi-anak-indonesia.html

5 LAGU DAERAH

Burung Tantina - Provinsi Maluku / Ambon ::: Lirik Lagu Daerah dan Musik Nasional Indonesia
Sio tantina burung tantina
mati dipanah Raja Nirwana
Sio tantina burung tantina
mati dipanah Raja Nirwana
Sakitnya bukan sakit penyakit
Khabarnya datang dari Sri Rama
Sakitnya bukan sakit penyakit
Khabarnya datang dari Sri Rama

Goro Gorone - Provinsi Maluku / Ambon ::: Lirik Lagu Daerah dan Musik Nasional Indonesia
goro gorone epa toka toka bia
loko sana loko mari loko lenso manari
kata nyong beta pinta sioh nona e manari
dengar donci a balagu sioh nona ender bahu
meski nona duduk jauh sioh beta panggil trus menyahut
lah lajulah lekas datang kemari
pura pura tidak tahu belum ditanya sudah mau
lah sebab nona suka sendiri

Apuse - Provinsi Papua / Irian Jaya ::: Lirik Lagu Daerah dan Musik Nasional Indonesia
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar

Yamko Rambe Yamko - Provinsi Papua / Irian Jaya ::: Lirik Lagu Daerah dan Musik Nasional Indonesia
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro

Helele Ala De Teang - Provinsi Nusa Tenggara Timur ::: Lirik Lagu Daerah dan Musik Nasional Indonesia
Helele u ala de teang
Die jarang aming plaju
Jarang aming gebah humang
Udi keda benu miju 

Sabtu, 15 Maret 2014

PAHLAWAN NASIONAL R.A KARINI

BIOGRAFI

Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dariNyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupatiberisterikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarangpada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Surat-surat
Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.
Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda.
Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

Buku
Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam Habis Gelap Terbitlah Terang. Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara.
Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa danbahasa Sunda. Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi. Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.
·         Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno. Pada mulanya Sulastin menerjemahkan Door Duisternis Tot Licht di Universitas Leiden, Belanda, saat ia melanjutkan studi di bidang sastra tahun 1972. Salah seorang dosen pembimbing di Leiden meminta Sulastin untuk menerjemahkan buku kumpulan surat Kartini tersebut. Tujuan sang dosen adalah agar Sulastin bisa menguasai bahasa Belanda dengan cukup sempurna. Kemudian, pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap Door Duisternis Tot Licht pun terbit.
Buku kumpulan surat versi Sulastin Sutrisno terbit dengan judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Menurut Sulastin, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa". Sulastin menilai, meski tertulis Jawa, yang didamba sesungguhnya oleh Kartini adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia.
Buku terjemahan Sulastin malah ingin menyajikan lengkap surat-surat Kartini yang ada pada Door Duisternis Tot Licht. Selain diterbitkan dalam Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, terjemahan Sulastin Sutrisno juga dipakai dalam buku Kartini, Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan Suaminya.

·         Letters from kartini, An indonesian feminist 1900-1904
Buku lain yang berisi terjemahan surat-surat Kartini adalah Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904. Penerjemahnya adalah Joost Coté. Ia tidak hanya menerjemahkan surat-surat yang ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Joost Coté juga menerjemahkan seluruh surat asli Kartini pada Nyonya Abendanon-Mandri hasil temuan terakhir. Pada buku terjemahan Joost Coté, bisa ditemukan surat-surat yang tergolong sensitif dan tidak ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Menurut Joost Coté, seluruh pergulatan Kartini dan penghalangan pada dirinya sudah saatnya untuk diungkap.
Buku Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904 memuat 108 surat-surat Kartini kepada Nyonya Rosa Manuela Abendanon-Mandri dan suaminya JH Abendanon. Termasuk di dalamnya: 46 surat yang dibuat Rukmini, Kardinah, Kartinah, dan Soematrie.


·         Panggil Aku Kartini Saja
Selain berupa kumpulan surat, bacaan yang lebih memusatkan pada pemikiran Kartini juga diterbitkan. Salah satunya adalah Panggil Aku Kartini Sajakarya Pramoedya Ananta Toer. Buku Panggil Aku Kartini Saja terlihat merupakan hasil dari pengumpulan data dari berbagai sumber oleh Pramoedya.

·         Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
Akhir tahun 1987, Sulastin Sutrisno memberi gambaran baru tentang Kartini lewat buku Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya. Gambaran sebelumnya lebih banyak dibentuk dari kumpulan surat yang ditulis untuk Abendanon, diterbitkan dalam Door Duisternis Tot Licht.
Kartini dihadirkan sebagai pejuang emansipasi yang sangat maju dalam cara berpikir dibanding perempuan-perempuan Jawa pada masanya. Dalam surat tanggal 27 Oktober 1902, dikutip bahwa Kartini menulis pada Nyonya Abendanon bahwa dia telah memulai pantangan makan daging, bahkan sejak beberapa tahun sebelum surat tersebut, yang menunjukkan bahwa Kartini adalah seorang vegetarian.[3] Dalam kumpulan itu, surat-surat Kartini selalu dipotong bagian awal dan akhir. Padahal, bagian itu menunjukkan kemesraan Kartini kepada Abendanon. Banyak hal lain yang dimunculkan kembali oleh Sulastin Sutrisno.

  • Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903
Sebuah buku kumpulan surat kepada Stella Zeehandelaar periode 1899-1903 diterbitkan untuk memperingati 100 tahun wafatnya. Isinya memperlihatkan wajah lain Kartini. Koleksi surat Kartini itu dikumpulkan Dr Joost Coté, diterjemahkan dengan judul Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.
"Aku Mau ..." adalah moto Kartini. Sepenggal ungkapan itu mewakili sosok yang selama ini tak pernah dilihat dan dijadikan bahan perbincangan. Kartini berbicara tentang banyak hal: sosial, budaya, agama, bahkan korupsi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini




WAYANG BAGONG


Ciri fisik
Sebagai seorang panakawan yang sifatnya menghibur penonton wayang, tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan. Tubuhnya bulat, matanya lebar, bibirnya tebal dan terkesan memble. Dalam figur wayang kulit, Bagong membawa senjata kudi.
Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri. Dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu Semar, Gareng, dan Petruk, maka Bagong adalah sosok yang paling lugu dan kurang mengerti tata krama. Meskipun demikian majikannya tetap bisa memaklumi.

Asal-usul
Beberapa versi menyebutkan bahwa, sesungguhnya Bagong bukan anak kandung Semar. Dikisahkan Semar merupakan penjelmaan seorang dewa bernama Batara Ismaya yang diturunkan ke dunia bersama kakaknya, yaitu Togog atau Batara Antaga untuk mengasuh keturunan adik mereka, yaitu Batara Guru.
Togog dan Semar sama-sama mengajukan permohonan kepada ayah mereka, yaitu Sanghyang Tunggal, supaya masing-masing diberi teman. Sanghyang Tunggal ganti mengajukan pertanyaan berbunyi, siapa kawan sejati manusia. Togog menjawab "hasrat", sedangkan Semar menjawab "bayangan". Dari jawaban tersebut, Sanghyang Tunggal pun mencipta hasrat Togog menjadi manusia kerdil bernama Bilung, sedangkan bayangan Semar dicipta menjadi manusia bertubuh bulat, bernama Bagong.
Versi lain menyebutkan, Semar adalah cucu Batara Ismaya. Semar mengabdi kepada seorang pertapa bernama Resi Manumanasa yang kelak menjadi leluhur para Pandawa. Ketika Manumanasa hendak mencapai moksha, Semar merasa kesepian dan meminta diberi teman. Manumanasa menjawab bahwa temannya yang paling setia adalah bayangannya sendiri. Seketika itu pula, bayangan Semar pun berubah menjadi manusia, dan diberi nama Bagong.

Bagong pada zaman Kolonial
Gaya bicara Bagong yang seenaknya sendiri sempat dipergunakan para dalang untuk mengkritik penjajahan kolonial Hindia Belanda. Ketika Sultan Agung meninggal tahun 1645, putranya yang bergelar Amangkurat I menggantikannya sebagai pemimpin Kesultanan Mataram. Raja baru ini sangat berbeda dengan ayahnya. Ia memerintah dengan sewenang-wenang serta menjalin kerja sama dengan pihak VOC-Belanda.
Keluarga besar Kesultanan Mataram saat itu pun terpecah belah. Ada yang mendukung pemerintahan Amangkurat I yang pro-Belanda, ada pula yang menentangnya. Dalam hal kesenian pun terjadi perpecahan. Seni wayang kulit terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan Nyai Panjang Mas yang anti-Amangkurat I, dan golongan Kyai Panjang Mas yang sebaliknya.
Rupanya pihak Belanda tidak menyukai tokoh Bagong yang sering dipergunakan para dalang untuk mengkritik penjajahan VOC. Atas dasar ini, golongan Kyai Panjang Mas pun menghilangkan tokoh Bagong, sedangkan Nyai Panjang Mas tetap mempertahankannya.
Pada zaman selanjutnya, Kesultanan Mataram mengalami keruntuhan dan berganti nama menjadi Kasunanan Kartasura. Sejak tahun 1745 Kartasura kemudian dipindahkan ke Surakarta. Selanjutnya terjadi perpecahan yang berakhir dengan diakuinya Sultan Hamengkubuwono I yang bertakhta di Yogyakarta.
Dalam hal pewayangan, pihak Surakarta mempertahankan aliran Kyai Panjang Mas yang hanya memiliki tiga orang panakawan (Semar, Gareng, dan Petruk), sedangkan pihak Yogyakarta menggunakan aliran Nyai Panjang Mas yang tetap mengakui keberadaan Bagong.
Akhirnya, pada zaman kemerdekaan Bagong bukan lagi milik Yogyakarta saja. Para dalang aliran Surakarta pun kembali menampilkan empat orang punakawan dalam setiap pementasan mereka. Bahkan, peran Bagong cenderung lebih banyak daripada Gareng yang biasanya hanya muncul dalam gara-gara saja.

Bagong versi Jawa Timur
Dalam pewayangan gaya Jawa Timuran, yang berkembang di daerah Surabaya, Gresik, Mojokerto, Jombang, Malang dan sekitarnya, tokoh Semar hanya memiliki dua orang anak , yaitu Bagong dan Sarangaja. Bagong sendiri memiliki anak bernama Besut.Dalam versi ini adik Bagong memang jarang di pentaskan namun ada lakon tertentu dimana Sarangaja keluar seperti lakon Adeg'e Khayangan Suralaya dimana pada cerita ini menceritakan Asal usul Bagong dalam versi Jawa Timur.
Tentu saja Bagong gaya Jawa Timuran memiliki peran yang sangat penting sebagai panakawan utama dalam setiap pementasan wayang. Ucapannya yang penuh humor khas timur membuatnya sebagai tokoh wayang yang paling ditunggu kemunculannya.
Dalam versi ini, Bagong memiliki nama sebutan lain, yaitu Jamblahita.

Bagong versi Wayang Golek Menak
Dalam pementasan Wayang Golek Menak, Bagong versi ini memang bentuk wajahnya menyerupai Cepot. Mulai dari wajah, tangan dan busananya persis seperti Cepot, tetapi Bagong versi Wayang Golek Menak ini memiliki wajah berwarna hitam, berjubah hitam, memakai kaos belang merah putih, dan berhidung mbangir. Bagong yang seperti ini disebut Lupit atau nama lengkapnya Kyai Lurah Lupit dari Desa Karang Sembung. Dia memiliki seorang adik yang bernama Slenteng, Slenteng sendiri adalah perwujudan Gareng versi Wayang Golek Menak. Dalam pakeliran, Lupit adalah seorang punakawan yang hidup di zaman kerajaan-kerajaan Islam di pulau Jawa, Misalnya sebagai abdi dalem Sultan Trenggono di zaman Kesultanan Demak

http://id.wikipedia.org/wiki/Bagong

Jumat, 24 Januari 2014




PROGRAM-PROGRAM KOPERASI SELAMA 1 PERIODE

 



Pada tugas kali ini kami ingin membahas mengenai program-program koperasi selama 1 periode dan kami sudah melakukan survey langsung terhadap sebuah koperasi atau lebih tepatnya koperasi mahasiswa (KOPMA) yang ada di sebuah Universitas di jakarta UNJ atau yang lebih akrab disebut dengan sebutan KOPMA UNJ.

Program-Program Koperasi Selama 1 Periode Yaitu :
A.    Penerimaan Anggota
B.     Penarikan Simpanan
C.     Meet and Greet
D.    Diklatsar (Pendidikan Latihan Dasar)
E.     Diklatmen (Pendidikan Latihan Management)
F.      Raker (Rapat Kerja)
G.    Fokus Usaha
H.    RAT (Rapat Akhir Tahun)




PENERIMAAN ANGGOTA
Penerimaan anggota baru dalam koperasi mahasiswa ini berlangsung 1 tahun sekali dengan waktu yang disesuaikan dengan kalender akademik universitas tersebut. Biasanya didalam rentang waktu penerimaan anggota baru ini para pengurus koperasi melakukan sosialisasi tentang koperasi kepada mahasiswa baru pada saat masa-masa OSPEK. Dijelaskan bagaimana cara bergabung dengan koperasi, kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di dalam koperasi, ilmu apa saja yang didapat dari koperasi dan keuntungan apa saja yang didapat jika kita bergabung di dalam koperasi.
Penerimaan anggota dibagi kedalam 2 kategori yaitu Penerimaan Anggota yang hanya akan menjadi angoota dan Penerimaan Anggota yang akan menjadi pengurus nantinya. Perbedaan antara penerimaan anggota yang hanya akan menjadi anggota dan penerimaan yang nantinya akan menjadi pengurus adalah pada tahun ajaran baru para pengurus koperasi melakukan semacam demo / mempromosikan mengenai koperasi kepada MABA (mahasiswa baru) ketika masa OSPEK kampus. Lalu para calon anggota koperasi yang nantinya ingin menjadi pengurus pun wajib mengikuti seluruh kegiatan koperasi termasuk wajib mengikuti DIKLATSAR (pendidikan latihan dasar).


PENARIKAN SIMPANAN
Penarikan simpanan dilakukan pada masa awal kepengurusan, penarikan simpanan ini berupa uang sebesar 15.000 yang ditulis sebagai simpanan wajib dan uang sebesar 12.000 yang ditulis sebagai simpanan pokok. Simpanan wajib diminta setiap 1 tahun sekali atau setiap diawal kepengurusan baru dimulai, sedangkan simpanan pokok hanya diminta 1 kali selama menjadi anggota koperasi.
Simpanan wajib itu nantinya akan dijadikan modal usaha pada tahun itu dan nantinya akan dijadikan acuan untuk mendapatkan SHU di akhir tahun, sedangkan simpanan pokok yang hanya dibayar sekali itu tadi akan dikembalikan masa pemutihan nanti. Masa pemutihan itu ialah ketika seseorang telah keluar dari keanggotaaan akan dikembalikan kembali simpanan pokok itu sendiri.





MEET AND GREET
Meet and Greet adalah salah satu kegiatan yang ada didalam KOPMA UNJ, kegiatan ini dilakukan diawal kepengurusan setelah masa demo koperasi kepada mahasiswa baru. Setelah angoota koperasi yang baru terdaftar maka diadakanlah kegiatan Meet and Greet ini. Meet and Greet adalah salah satu kegiatan yang didalamnya terdapat pemberitahuan lebih luas mengenai koperasi tersebut, lalu bagaimana syarat-syarat menjadi pengurus, bagaimana sistematis peraturan yang ada di koperasi, dan manfaat apa saja atau keuntungan apa saja yang akan kita dapat didalam sebuah koperasi tersebut. Didalam kegiatan Meet and Greet ini juga para anggota baru yang sudah terdaftar sebagai anggota koperasi ini berkesempatan mengenal para pengurus, alumni, dan pembina koperasi ini.



DIKLATSAR
Diklatsar (pendidikan latihan dasar) merupakan salah satu kegitan yang ada di koperasi mahasiswa ini yang berupa pelatihan kepada anggota baru. Biasanya diadakan selama 3 hari 2 malam dan diisi dengan pendidikan kepemimpinan, cara berorganisasi yang benar, dan cara mengelola koperasi yang benar. Tujuan diklatsar sendiri adalah untuk mengkaderisasi tahap satu, jadi disini para pengurus menyaring siapa-siapa saja yang ingin menjadi pengurus untuk kedepannya dan siapa-siapa saja yang hanya ingin menjadi anggota biasa saja.
Pada kegiatan diklatsar ini pun para pengurus koperasi memberikan bekal-bekal awal bagaimana menjadi seorang pengurus koperasi yang baik dan benar, dan juga para pengurus ingin membentuk mental para anggota baru koperasi. Dan didalam kegiatan diklatsar ini pun para pengurus memberikan materi-materi dasar perkoperasian dan materi-materi tentang pengorganisasian.



DIKLATMEN
Diklatmen atau pendidikan latihan menejemen adalah tahap kedua setelah para anggota baru mengikuti diklatsar, diklatmen ini pun ialah syarat kedua untuk jadi pengurus koperasi di dalam koperasi ini. Setelah pada tahap diklatsar lebih diuatamakan mentalnya dalam kegiatan diklatmen ini lebih di tonjolkan kepada teorinya, para pengurus memberi materi mengenai event organizer.



RAKER (Rapat Kerja)
Dilakukan pada awal kepengurusan, ketua baru yang nantinya terpilih akan memilih staff kepala bidang dan kepala divisi. Kepala bidang sendiri terdiri dari SEKUM (sekretaris umum), Bendahara, PSDA (pengembangan sumber daya alam), dan PU (pengembangan usaha). Sedangkan kepala divisi terdiri dari divisi toko, divisi rental, divisi LPK dan divisi handicraft.


FOKUS USAHA
Untuk bagian divisi di koperasi ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu barang dan jasa. Untuk bagian barang lebih kepada divisi toko dan handicraft karena mereka menjual langsung produk-produk. Kegiatan rutinnya ialah stok of name, belanja dan intinya divisi ini melayani transaksi barang-barang jualan. Untuk bagian jasa lebih kepada divisi rental dan LPK karena mereka menawarkan jasa bimbingan privat kepada murid-murid yang mencari guru les. Dan untuk rental ia menawarkan jasa ngeprint dan menerima pesanan aksesoris komputer.



RAT (Rapat Akhir Tahun)
Dilakukan pada akhir kepengurusan, didalamnya tedapat ADART (anggaran dasar anggaran rumah tangga), pendemisioneran pengurus lama, dan pemilihan ketua baru. Dan RAT ialah tempat untuk para anggota dan pengurus untuk melakukan evaluasi, perencanaan dan pertanggung jawaban kepengurusan.



PENGELOLA USAHA
1)      Koperas dapat mengangkat manajer/Pengelola bagian dan karyawan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha koperasi.
2)      Manajer/Pengelola bagian dan karyawan diangkat melalu Surat Keputusan Pengurus Koperasi dan dilaporkan pada Rapat Anggota.
3)      Dalam pelaksanaannya Manajer/Pengelola bagian dan karyawan secara        priodik dan kontinyu baik diminta ataupun tidak  diminta melaporkan tugas dan tanggung jawab penuh kepada pengurus Koperasi.
4)      Manajer/Pengelola bagian dan karyawan berhak mendapatkan Gaji, tunjangan atau imbalan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Koperasi.
5)      Untuk jabatan Manajer/Pengelola bagian masa kerja hak dan kewajibannya       dibuatkan kontrak kerjanya dengan mengacu peraturan/ketentuan yang berlaku serta kebutuhan dan kemampuan Koperasi.
6)      Kontrak kerja untuk jabatan Manajer/Pengelola bagian dibuat secara tertulis diatas kertas bermaterai dan ditanda tangani oleh pengurus atas  nama Koperasi, dan pejabat yang bersangkutan.
7)      Dalam kontrak kerja diatur hal-hal yang berkenaan dengan antara lain :
·         Gaji, dan atau Imbalan jasa lainnya.
·         Jangka waktu berlakunya kontrak kerja.
·         Hak dan kewajibannya.
·         Konsekwensi pelanggaran isi kontrak.
·         Dalam hal perpanjangan kontrak kerja minimal 3 bulan sebelum berakhirnya masa kontrak telah dibuat kesepakatan baru.

KESEJAHTERAAN / SOSIAL
1)      Koperasi mengupayakan bantuan/tunjangan atau imbalan jasa kepada anggota, Pengurus, Pengawas dan Manager/ karyawan antara lain seperti :
a.    Jasa anggota koperasi.
b.    Bingkisan/ paket.
c.    Bantuan pengobatan kesehatan dan atau  santunan kepada anggota    yang meninggal dunia, dan yang mengalami musibah.
2)      Besarnya jasa, bingkisan dan santunan pada tersebut diatas akan ditetapkan dalam rapat pengurus dan disampaikan ke dalam Rapat Anggota untuk mendapatkan pengesahan.

KETENTUAN LAIN-LAIN
Ketentuan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dengan  peraturan khusus atau peraturan lainnya atas persetujuan Rapat Anggota.


KETENTUAN PENUTUP
1.      Anggaran Rumah Tangga Koperasi ini disetujui/ disahkan oleh  Rapat Anggota/ Rapat Anggota Tahunan Koperasi.
2.      Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan/ ditetapkan untuk dapat dijadikan pedoman kerja dalam menjalankan kegiatan Koperasi.

Sumber : KOPMA (koperasi mahasiswa) UNJ